Persahabatan

Baik Luar Dalam

Di suatu siang yang cerah, dua orang gadis bernama Mira dan Nana tengah mengerjakan tugas sekolah di rumah Mira. Mereka mengerjakan dengan serius dan suasana nampak hening. Kemudian, seorang gadis yang tidak lain adalah teman mereka bernama Nira. Namun, Mira seolah tidak mempedulikan kehadiran Nira tersebut.

“Ra, itu di depan ada Nira sedang nyariin kamu. Buruan kamu temui dia. Sudah sejak tadi dia nungguin kami di sana.” Ujar Nana yang tengah mengerjakan tugas di rumah Mira.

“Bi, bilang saja ke Nira yang ada di depan rumah kalau aku sedang pergi kemana atau gak ada gitu ya.” Pinta Mira kepada Bibi yang bekerja sebagai pembantu di rumahnya.

“Iya Non. Bibi sampaikan.”

“Ra, kenapa kamu seperti itu sama Mira. Dia pastinya sudah datang jauh-jauh. Kenapa kamu usir. Gak enak kan. Kasihan dia. Dia juga anak yang baik Ra.” Ujar Nana menasihati Mira.

“Dari luarnya dia memang orang yang baik, ramah dan juga manis. Tapi masa kamu mengukur sifat seseorang hanya dengan itu saja. Dia itu manis di luar namun di dalamnya pahit tahu.” Jawab Mira setengah sinis.

“Pahit gimana Ra?” Ujar Nana kembali bertanya.

“Dia itu sering membicarakan keburukan orang lain. Bahkan di belakang ia sering membicarakan temannya sendiri. Pokoknya banyak yang tidak dapat aku jelaskan Na. Lihat saja diri kamu. Kamu memang judes, ceplas ceplos denganku. Namun setidaknya kamu memiliki hati yang tulus Na. Bukan sahabat yang dari luarnya baik namun dalamnya buruk. Dalam berteman, aku tidak membutuhkan tampilan luar seseorang Na.” Jelas Mira kepada Tina.
"Jangan gitu gimanapun diakan temen kita juga walau iya dia pernah melakukan kesalahan tapikan kita bisa mengingatkan dia" jelas Nana pada Mira.
"Tapi.. "
"tidak ra,  mari kita ingatkan dia sama sama siapa tau dengan kita ingatkan dia jadi sadar kan" Nana segera memotong ucapan mira,  ia ingin mengingatkan temannya.
"Maaf Na, kayaknya kamu aja dulu yang mengingatkan dia, aku masih males sama kelakuan dia" Jawab Mira,  dia bersikukuh tidak mau memaafkan Nira.
"Ra emangnya dia salah apaan sama kamu,  ko kamu sampe segitunya sama dia" Nana
"Na,  kan aku udah bilang sama kamu,  dia itu cuma baik di depan,  dulu kamu tahukan aku se SD sama dia,  dia pernah fitnah aku, katanya aku ngomongin temen temen kelas yang engak engak ke guru,  itu ga baik buat aku,  kan aku dulu jadi di benci sama temen temen kelas aku" jawab Mira,  memang apa adanya.

" Ya ampun itu SD kali Ra,  kita udah SMA sekarang, bukan masanya marah marahan ,ngambek ngambekkan lagi" Nana memegang pundak Mira " aku cuma mau kamu belajar memaafkan kesalahan orang lain Ra,  belajar iklas dengan cobaan, lagian itu masa lalu,  masa lalu biar berlalu" Nana hanya ingin terbaik buat sahabatnya.

Mira luluh dengan perkataan temannya.
"Baiklah,  kalau begitu mau kamu Nana,  aku bakal coba untuk memaafkan kesalahan Nira"
"Baiklah" Nana tersenyum kali ini " Aku bakal temenin kamu Ra"

Nana pulang ke rumahnya dan berharap Mira memang benar benar mau memaafkan kesalahan Mira.

Paginya seperti biasa Nana dan Mira berangkat bersama dengan Mira yang telebih dahulu datang ke rumah Nana untuk menjemput sahabatnya itu.

"Na" Penggil Mira memecah keheningan.
"Nanti dulu Ra,  tali sepatuku lepas"

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer